Berhentilah Bertanya!
"Udah hamil belum?"
"Punya anak berapa sekarang?"
"Kok kamu blum hamil-hamil juga, sih?
Dan masih banyak lagi kalimat pertanyaan lainnya yang membuat hati ini teriris miris. Akan tetapi kami berusaha menjawabnya dengan memberikan senyum semanis mungkin. Untuk meyakinkan kalian bahwa saya dan suami baik-baik saja.
Yaaa... awalnya kami memang baik-baik saja. Hanya semakin seringnya pertanyaan itu datang, lama-kelamaan kami merasa risih dan mulai sedikit terganggu. Seperti kata pepatah, "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit". Dan sepertinya rasa sedikit ini bukan hanya menjadi bukit melainkan gunung es! Kalian tau, kan fenomena gunung es meletus? Kalau belum tau, coba gunakan kuota anda untuk bertanya ke mbah gugel!
"Suami kamu sehat?"
"Kamu sendiri sehat, nggak?"
"Udah kedokter kandungan blum?"
"Udah minum ini?"
"Kalau alternatif?"
Percayalah, kami sudah berusaha dan mencoba semua saran dari kalian.
"Tapi kok belum berhasil?"
Hey, anak itu bukan kayak donat yang semua bahan-bahannya dapat dengan mudah di beli di warung lantas disulap, "simsalabim jadilah donat!".
Dan pernyataan klise sebagai kalimat penutup dari pertanyaan kalian "Yah sudah.. sabar saja, kalau sudah waktunya pasti dikasih kok."
Tenang saja, kami pasti sabar dan akan terus bersabar sampai hari itu tiba. Karena kami selalu berpegang teguh terhadap janji-Nya "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
-Indahpuspitadewi85-
"Punya anak berapa sekarang?"
"Kok kamu blum hamil-hamil juga, sih?
Dan masih banyak lagi kalimat pertanyaan lainnya yang membuat hati ini teriris miris. Akan tetapi kami berusaha menjawabnya dengan memberikan senyum semanis mungkin. Untuk meyakinkan kalian bahwa saya dan suami baik-baik saja.
Yaaa... awalnya kami memang baik-baik saja. Hanya semakin seringnya pertanyaan itu datang, lama-kelamaan kami merasa risih dan mulai sedikit terganggu. Seperti kata pepatah, "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit". Dan sepertinya rasa sedikit ini bukan hanya menjadi bukit melainkan gunung es! Kalian tau, kan fenomena gunung es meletus? Kalau belum tau, coba gunakan kuota anda untuk bertanya ke mbah gugel!
"Suami kamu sehat?"
"Kamu sendiri sehat, nggak?"
"Udah kedokter kandungan blum?"
"Udah minum ini?"
"Kalau alternatif?"
Percayalah, kami sudah berusaha dan mencoba semua saran dari kalian.
"Tapi kok belum berhasil?"
Hey, anak itu bukan kayak donat yang semua bahan-bahannya dapat dengan mudah di beli di warung lantas disulap, "simsalabim jadilah donat!".
Dan pernyataan klise sebagai kalimat penutup dari pertanyaan kalian "Yah sudah.. sabar saja, kalau sudah waktunya pasti dikasih kok."
Tenang saja, kami pasti sabar dan akan terus bersabar sampai hari itu tiba. Karena kami selalu berpegang teguh terhadap janji-Nya "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
-Indahpuspitadewi85-


Komentar
Posting Komentar